SMAN 1 CISARUA MEMPERINGATI REBO WEKASAN DENGAN MEMBACA SURAH YASIN DAN DZIKIR BERSAMA

Berita

8/12/20263 min baca

Memaknai Rebo Wekasan melalui Kajian Surah Ibrahim Ayat 9 dan Dzikir Bersama

CISARUA — Dalam rangka meningkatkan keimanan dan mempererat kebersamaan warga sekolah, kegiatan keagamaan dalam momentum Rebo Wekasan dilaksanakan dengan rangkaian kajian Islam, pembacaan Surah Yasin dan tahlil, serta doa bersama. Kegiatan ini mengangkat pembahasan Surah Ibrahim ayat 9 dan mengajak peserta untuk memperbanyak dzikir, ibadah, serta sedekah sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola SMAN 1 Cisarua pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 dan diikuti oleh Seluruh Warga Sekolah. Kajian disampaikan oleh Bapak Agan Suhayat, M. Pd. I dengan materi yang membahas pelajaran dari umat-umat terdahulu, makna musibah, pentingnya berdzikir, serta tradisi masyarakat dalam memperingati Rebo Wekasan.

Mengambil Pelajaran dari Surah Ibrahim Ayat 9

Pembahasan utama dalam kajian merujuk pada Surah Ibrahim ayat 9, yang mengisahkan umat-umat terdahulu, seperti kaum Nuh, ‘Ad, dan Samud, serta sikap mereka terhadap para rasul yang diutus Allah Swt.

Allah Swt. berfirman:

> أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ ۚ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

> “Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, ‘Ad, Samud, dan orang-orang sesudah mereka? Tidak ada yang mengetahui mereka kecuali Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi mereka menutupkan tangannya ke mulutnya dan berkata, ‘Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami.’”

(QS. Ibrahim: 9)

Ayat tersebut menjadi pengingat bagi manusia agar mengambil pelajaran dari kehidupan umat terdahulu dan senantiasa berpegang teguh pada keimanan serta petunjuk Allah Swt.

Mengingat Allah ketika Menghadapi Musibah

Dalam kajian juga dijelaskan mengenai makna

> إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn), yang berarti “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Kalimat tersebut terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:

> الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

> “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.’”

(QS. Al-Baqarah: 156)

Pemateri menjelaskan bahwa musibah merupakan sesuatu yang tidak diharapkan dan dapat menjadi ujian bagi manusia. Dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, ibadah, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Salah satu bentuk amal yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah sedekah. Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga dapat berupa makanan, minuman, pakaian, maupun sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Rasulullah saw. bersabda:

> وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

> “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.”

(HR. Tirmidzi)

Yasin, Tahlil, dan Dzikir Bersama

Setelah kajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil secara bersama-sama. Berdasarkan rangkaian yang disampaikan dalam kegiatan, peserta membaca Surah Yasin sebanyak tujuh kali serta beberapa bacaan dzikir dan doa dengan jumlah pengulangan yang telah ditentukan.

Kegiatan dzikir tersebut juga diperkuat dengan pengingat dari Al-Qur’an:

> أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

> “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar-Ra‘d: 28)

Dzikir bersama diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketenangan batin sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Tradisi Ketupat dalam Rebo Wekasan

Selain kajian keagamaan, pemateri turut menjelaskan mengenai tradisi ketupat dalam momentum Rebo Wekasan. Ketupat disebut sebagai salah satu tradisi yang berkembang di masyarakat, khususnya di wilayah Bogor.

Tradisi tersebut dikaitkan dengan peran seorang ulama yang disebut menganjurkan pembuatan ketupat pada momentum Rebo Wekasan. Dalam pelaksanaannya, ketupat dapat menjadi bagian dari kegiatan berbagi dan sedekah kepada sesama.

Pemateri juga menyampaikan pembahasan mengenai bid‘ah, yaitu perkara baru dalam urusan agama yang tidak dilakukan pada masa Nabi Muhammad saw. Dalam kajian tersebut, bid‘ah dibahas berdasarkan kategori yang dinilai membawa kebaikan maupun keburukan.

Harapan dari Kegiatan

Melalui kegiatan Rebo Wekasan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan pencerahan keagamaan serta semakin meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga sekolah senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah Swt. Doa juga dipanjatkan agar para siswa diberikan kecerdasan, keselamatan, dan kemudahan dalam menuntut ilmu, sementara para guru serta seluruh warga sekolah diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan aktivitas.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, momentum Rebo Wekasan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui sedekah dan kebersamaan.

JL. Adhijaksa RT. 002 RW. 002 Desa Leuwimalang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia.